ada keberatan pada waktu pembagian bingkisan di kantor. berdasarkan yang diinstruksikan pak bos, yang duluan adlh yang berlebaran yang lain akan dibagikan setelah lebaran. si orang yang keberatan ini merembet2 sampai ke pembagian thr, dibilang seharusnya dibagiinnya berbarengan saja sesuai dengan mayoritas pegawai yang ada. terjadilah diskusi kecil mengenai hal itu, si pihak yang keberatan bilang : di perusahaan2 saya yang dulu tidak seperti itu, semua dibarengkan ketika lebaran, cuma disini aja saya seperti itu" aku berusaha menjelaskan dan aku bilg "berdasarkan peraturan kalo yang muslim ya pas lebaran, dan yang lain nanti ketika natal" fakta tho, dan common practice in our company. eh endingnya dia ngomong ke aku "emg kamu sudah berapa lama pengalaman bekerja sih?"
" laaah?"
aduh saya kan hanya memberikan penjelasan mengenai peraturan di perusahaan dan perintah langsung dari bos saya. tidak perlu menyerang saya secara personal aah.. iya emang saya masih sedikit pengalaman kerjanya, tidak sebanyak anda. tapi kalo sudah peraturannya demikian apa mau dikata?
jadi teringat mengenai pembahasan di book club yang sedang membahas mengenai buku etiket dari Ibu Mien Uno ada bab mengenai topik memberi teguran. ada orang2 yang lebih senior dari kita yang sebenarnya wajib ditegur, akhirnya dia terpojok dan terintimidasi dengan kita sampai kita dikatai anak ingusan, anak kemarin sore ato seperti aku itu berapa lama sih pengalaman kamu kerja?
kalo kata di buku sih "maju terus, pantang mundur! Kuasai diri, dan tunjukan bahwa Anda benar"
tapi kalo dalam kasusku belum bisa dengan mantap mengusai diri, karena rasanya suara sudah bergetar. dan ada orang lain yang menengahi, padahal aku tau aku benar karena sudah ada fakta2 yang ada dalam peraturan perusahaan.
Fiuh.. cobaan puasa hari ini yees.. semangat lah ran!
No comments:
Post a Comment